Newest Post
Apakah kamu tahu apa yang paling menarik dari sebuah cermin?
Bahwasanya selain semua persamaan yang begitu nampak ia tampilkan, ia juga menampilkan perbedaan yang signifikan. Lihat saja saat kamu becermin, ketika kamu mengangkat tangan kananmu maka yang nampak terangkat adalah tangan kirimu. Betul-betul berbeda bukan?
Begitu pula aku dan kamu, betapa banyak persamaan yang ditemukan bukan berarti tidak sedikit perbedaan dua kutub yang kita miliki.
Ketika kamu asyik bercanda dengan banyak orang di dalam kelas, tertawa bahagia tanpa beban. Aku ada di belakang kelas, memandang kosong pada rerumputan dan mengamati perubahan yang menyesakkan. Karena terkadang bukan manusia yang kita rindukan, tetapi keberadaan setiap benda yang ada beserta kenangan yang ada di dalamnya.
Ketika kamu dengan mudahnya tersenyum, berbicara, bertemu, berbalas pesan dengan orang-orang yang pernah kamu cintai. Ada aku disini yang membangun tembok tinggi entah untuk siapapun itu. Karena seperti katamu, kelemahan terbesarmu adalah wanita, dan telah banyak kusaksikan dahulu betapa dalamnya kamu mencinta.
Dan ketika semuanya terjadi begitu cepat, ijinkan aku kembali ke kota nan dingin dimana air mata dapat membeku dan kenangan yang mengusik dalam malam akan hilang oleh hiruk pikuk kota yang tak pernah tidur.
Bahwasanya selain semua persamaan yang begitu nampak ia tampilkan, ia juga menampilkan perbedaan yang signifikan. Lihat saja saat kamu becermin, ketika kamu mengangkat tangan kananmu maka yang nampak terangkat adalah tangan kirimu. Betul-betul berbeda bukan?
Begitu pula aku dan kamu, betapa banyak persamaan yang ditemukan bukan berarti tidak sedikit perbedaan dua kutub yang kita miliki.
Ketika kamu asyik bercanda dengan banyak orang di dalam kelas, tertawa bahagia tanpa beban. Aku ada di belakang kelas, memandang kosong pada rerumputan dan mengamati perubahan yang menyesakkan. Karena terkadang bukan manusia yang kita rindukan, tetapi keberadaan setiap benda yang ada beserta kenangan yang ada di dalamnya.
Ketika kamu dengan mudahnya tersenyum, berbicara, bertemu, berbalas pesan dengan orang-orang yang pernah kamu cintai. Ada aku disini yang membangun tembok tinggi entah untuk siapapun itu. Karena seperti katamu, kelemahan terbesarmu adalah wanita, dan telah banyak kusaksikan dahulu betapa dalamnya kamu mencinta.
Dan ketika semuanya terjadi begitu cepat, ijinkan aku kembali ke kota nan dingin dimana air mata dapat membeku dan kenangan yang mengusik dalam malam akan hilang oleh hiruk pikuk kota yang tak pernah tidur.
Bandung 2 Juli 2014
18 derajat masih menemani. Disaat
sepi dan dingin ini mau tidak mau kamu terus bercokol di benakku , Cermin.
Mengingatkanku akan memori yang telah terukir beberapa minggu yang lalu, saat-
saat aku bisa merasakan debaran jantungmu yang entah mengapa senada dengan
jantungku. Itu baru beberapa minggu yang lalu, namun telah terasa beberapa
bulan. Kala ini waktu tengah mengendarai siput. Dan sedang tidak tergesa-gesa
seperti dulu.
Sudah lama aku tidak menulis, dan
membaca paragraph di atas membuatku tertawa kecil, ternyata waktu juga telah
membawa intuisi tulisku mengembara entah kemana, jadi maafkan aku jika kamu
tidak dapat menangkap jelas apa yang tengah aku tulis.
Pertama-tama aku ingin berterima
kasih kepada kertas dan tinta serta pada bintang-bintang. Jika tanpa mereka,
mungkin kita masih terbelenggu dalam rantai masa lalu yang menghambat dinamisme
perasaan. Dan tentunya terima kasih atas keberanianmu, Cermin.
Kini banyak pasangan-pasangan
baru bermunculan ya? Mereka-mereka yang menjalin kasih tanpa terduga-duga
tiba-tiba telah bersama serta terpublikasi secara terang-terangan. Lantas
bagaimana dengan kita?
Berbagai pertanyaan
berputar-putar di dalam kepalaku. Serta telah sebisa mungkin untuk ku usir agar
tidak menggerogoti logika yang telah sudah payah aku bangun.
Dari siapa kita bersembunyi?
Untuk apa?
Sampai kapan?
Kemarin malam kamu meminta sebuah
kesetiaan karena (kembali) terbayang-bayang akan masa lalu. Tidak bisakah kita
hanya melihat kedepan tanpa ada rantai pada masa lalu? Tidak bisakah kita hanya
menjadi manusia baru yang tidak terbebani corak hitam?
Lantas bagaimana jika aku meminta
sebuah publikasi , Cermin?
Dan saat ini aku mulai lelah
mengarang-ngarang cerita tentangmu dan tentang kita.
Aku cuma tidak ingin
tergesa-gesa (lagi). Beberapa waktu belakangan ini sudah cukup banyak wajah
yang kubuat kecewa. Entah efek domino darimana, dan semua itu telah cukup
memberiku tamparan telak yang menyakitkan. Dan sekarang, aku hampir tidak
merasakan apa-apa kecuali gamang. Ayo sebut ini sebagai tahap rekonstruksi
ulang hati. Tapi sampai kapan?
Tapi hal terbaik dari
perpisahan ini adalah aku bisa berkomunikasi kembali dengan orang yang kuanggap
sebagai refleksi nyata dari diriku. Mari kita sebut saja dia Cermin. Setelah
aku berpisah -_- , hal baik pertama yang kutulis dalam buku catatan kebaikanku
kala itu adalah ‘ Bisa ngomong lagi sama Cermin’. Entah kenapa tulisan itu
meluncur saja, sangat alami.
Terkadang, sesuatu yang
paling berharga adalah sesuatu yang paling takut untuk kamu miliki.
Melihatnya, aku seperti
melihat diriku (dalam versi yang lebih energik dan lebih berani). Aku bisa
mengerti apa yang dikerjakannya, dipikirkannya, dan mungkin apa yang dia
rasakan. Kemudahan itu membuatku takut,
untuk pertama kalinya takut akan persamaan. Takut akan sebuah perasaan yang
bisa saja muncul, tapi mungkin saja telah muncul namun belum aku sadari. Aku
takut, ketika rasa telah terjalin segalanya akan berubah. Aku tidaklah menjadi
aku. Dia tidaklah menjadi dirinya lagi. Ketika rasa telah ikut campur, iapun
akan merubah apapun, menjadi sesuatu yang tidak bisa kita prediksi.
Aku hanya ingin menjadi
aku. Dan selalu melihatnya seperti dia apa adanya. Tapi bisakah itu tetap sama
ketika rasa telah mengambil alih hati?
Tapi pernahkah takdir berpihak pada kita
Cermin? Ataukah kita selalu dipermainkan takdir? Seperti masa awal dahulu, dan
masa akhir kini.
Akankah ada masa untuk
kita Cermin? Ditengah kegamangan hatiku dan kegersangan perasaanmu?
Cermin, aku tidak tahu
apa ini. Bukan rasa sayang karena rasa ini jelas lebih hangat. Bukan pula cinta
karena rasa ini lebih dalam dari itu. Lalu apa?
Tapi begini saja sudah
cukup. Aku tetap menjadi diriku. Dan kamu, kumohon tetaplah menjadi dirimu.
“Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn’t do than by the ones you did do.” – Mark Twain
Setelah lelah dengan segala aktivitas perkuliahan, saya memutuskan untuk sedikit berwisata ke tempat yang sering teman-teman saya sambangi. Tempat tersebut adalah Farm House Lembang.
Tempat ini cukup mudah untuk di cari, kita bisa pergi kesana baik dengan menggunakan kendaraan pribadi atau menggunakan angkot / angkutan umum , hal ini karena memang letaknya yang di pinggir jalan. Jaraknya juga cukup dekat dan hanya memakan waktu sekitar 30 menit untuk mencapai tempat ini.
Pertama-tama hal yang membuat saya ingin pergi ke tempat ini adalah karena tempat wisata ini terbilang murah, hanya dengan Rp 20.000 kita sudah bisa masuk dan mendapatkan voucher yang bisa ditukarkan dengan susu murni atau sosis bakar.
| Suasanya sangat damai dan udaranya sejuk |
| Banyak gembok warna-warni |
| Nemu nama orang Bali euy |
| Ada rumah lucu yang bisa jadi setting buat foto atau selfie |
| Bisa nyewa baju |
| Ornamen khas Eropa |
| From above |
ada foto-foto lain juga loh
see yaa
Putu Sandra Iswaramba
FARM HOUSE LEMBANG Objek Wisata Bandung yang Membuatmu Selalu Ingin Kembali
Sunday, May 22, 2016
Posted by iswaramba
Minggu UTS telah datang, tentunya suasana kampus dan sekitarnya jadi lebih tenang dari biasanya dan intensitas melihat mahasiswa yang berjalan sambil membaca buku akan meningkat. Banyak pula pemandangan mahasiswa-mahasiswa yang yang kantung matanya menghitam akibat bergadang maraton. Tidak terkecuali juga saya, pergi kekampus sudah tidak sempat lagi untuk terlihat modis apalagi berdandan. Mandi di pagi hari yang dingin saja sudah syukur. Intensitas membaca buku juga semakin meningkat. Tak jarang saya menjadi bulan-bulanan teman yang lain karena terlalu sering terlihat belajar dan membaca. Ujaran-ujaran seperti:
"Gile-gile ambis bener"
"Ngapain belajar San?" sampai
"Belajar apa? wah gampanglah itu, gausah belajar" pun kerap saya dengar dari teman-teman saya. Kalimat-kalimat tersebut tak jarang membuat saya terbuai untuk tidak belajar karena sebagian teman-teman di lingkungan pergaulan saya terlihat sangat santai. Namun untungnya rasa mawas dan deg-degan takut mendapat nilai jelek masih saya rasakan.
Mencontek. Kata yang mungkin akrab di dengar di kalangan pelajar. Mencontek adalah perbuatan atau aktifitas mendapatkan jawaban "haram" saat sedang ulangan atau melakukan pekerjaan yang sifatnya individual. Di kampus saya sendiri , perbuatan ini merupakan kejahatan akademik yang berat dan akan di kenai sanksi yang tegas jika pelakunya tertangkap. Namun apakah sanksi yang tegas itu benar-benar membuat para pelakunya takut?
Kenyataannya para pelaku tersebut tidak pernah kapok. Hampir di setiap ujian yang ada bahkan pada ujian yang soal-soalnya sama persis dengan tahun lalu masih saja ada yang melakukan tindakan tersebut. Berbagai cara dan trik digunakan, mulai dari membuat catatan hingga nekat melihat HP. Apakah yang menyebabkan hal ini terjadi?
Nilai. Angka praktis yang mampu mengukur kemampuan otak dari tiap mahasiswa atau pelajar. Angka yang akan membuktikan orang tersebut masuk dalam golongan mana, apakah bodoh atau termasuk manusia pintar dengan nilai IP yang tinggi. Nilai yang katanya akan membantu membukakan jalan orang tersebut untuk mencari kerja nantinya. Jika pada tahap mahasiswa ada gelar "cum laude" yang nantinya dapat disandang dan diagung-agungkan saat ia di wisuda.
Tapi apakah kalian para pelaku akan bangga menyandang status itu jika cara mendapatkannya saja sudah sangat memalukan? Akankah kalian akan tersenyum puas akan "hasil curian" yang kalian lakukan? mungkin nilai besar itu akan membantu kalian untuk memasuki dunia kerja, tapi apakah nilai ghaib itu akan menyelamatkan kalian selama kalian bekerja nantinya?
Mungkin akan ada rasa senang saat kalian mendapatkan nilai yang besar, tapi buktikanlah kawan. Kesenangan itu tidak akan seberapa jika dibandingkan dengan ketakutan yang akan kalian alami. Ketakutan akan ketahuannya tindakan kalian. Ketakutan yang menurut saya akan membawa kalian lebih dalam ke penderitaan mental pada masa yang akan datang.
Percayalah, bahwa jika sekali kalian melakukan hal ini, maka kalian tidak akan dapat berhenti dan selalu ingin untuk melakukan hal tersebut mau bagaimanapun caranya. Akan ada rasa "ketagihan" untuk melakukan hal tersebut demi tetap menyandang nilai yang besar. Akan ada banyak sekali ketakutan-ketakutan yang muncul.
Hey kawan, tidak ada salahnya untuk berusaha sendiri. Tidak ada salahnya untuk memiliki nilai standar tapi dengan kemampuan sendiri. Percayalah, kebanggan akan diri kalian akan berlipat ganda jika kalian mendapatkan nilai tersebut dengan usaha kalian sendiri. Suatu saat kalian akan sangat bangga dan menceritakannya pada anak cucu kalian nantinya. Apakah kalian tidak akan malu jika bercerita pada anak kalian nantinya bahwa IP besar yang kalian dapatkan hasil dari berbuat curang? Atau akankah kalian juga akan mengajarkan mencontek pada anak-cucu kalian nantinya?
"Gile-gile ambis bener"
"Ngapain belajar San?" sampai
"Belajar apa? wah gampanglah itu, gausah belajar" pun kerap saya dengar dari teman-teman saya. Kalimat-kalimat tersebut tak jarang membuat saya terbuai untuk tidak belajar karena sebagian teman-teman di lingkungan pergaulan saya terlihat sangat santai. Namun untungnya rasa mawas dan deg-degan takut mendapat nilai jelek masih saya rasakan.
Mencontek. Kata yang mungkin akrab di dengar di kalangan pelajar. Mencontek adalah perbuatan atau aktifitas mendapatkan jawaban "haram" saat sedang ulangan atau melakukan pekerjaan yang sifatnya individual. Di kampus saya sendiri , perbuatan ini merupakan kejahatan akademik yang berat dan akan di kenai sanksi yang tegas jika pelakunya tertangkap. Namun apakah sanksi yang tegas itu benar-benar membuat para pelakunya takut?
Kenyataannya para pelaku tersebut tidak pernah kapok. Hampir di setiap ujian yang ada bahkan pada ujian yang soal-soalnya sama persis dengan tahun lalu masih saja ada yang melakukan tindakan tersebut. Berbagai cara dan trik digunakan, mulai dari membuat catatan hingga nekat melihat HP. Apakah yang menyebabkan hal ini terjadi?
Nilai. Angka praktis yang mampu mengukur kemampuan otak dari tiap mahasiswa atau pelajar. Angka yang akan membuktikan orang tersebut masuk dalam golongan mana, apakah bodoh atau termasuk manusia pintar dengan nilai IP yang tinggi. Nilai yang katanya akan membantu membukakan jalan orang tersebut untuk mencari kerja nantinya. Jika pada tahap mahasiswa ada gelar "cum laude" yang nantinya dapat disandang dan diagung-agungkan saat ia di wisuda.
"Kejujuran itu gratis, sementara ketidakjujuran selalu berbayar."
(Michael Josephson)
"Kejujuran tak akan melukai siapapun; sementara kebohongan hanya melukai si pembohong."
(Anonim)
Mungkin akan ada rasa senang saat kalian mendapatkan nilai yang besar, tapi buktikanlah kawan. Kesenangan itu tidak akan seberapa jika dibandingkan dengan ketakutan yang akan kalian alami. Ketakutan akan ketahuannya tindakan kalian. Ketakutan yang menurut saya akan membawa kalian lebih dalam ke penderitaan mental pada masa yang akan datang.
Percayalah, bahwa jika sekali kalian melakukan hal ini, maka kalian tidak akan dapat berhenti dan selalu ingin untuk melakukan hal tersebut mau bagaimanapun caranya. Akan ada rasa "ketagihan" untuk melakukan hal tersebut demi tetap menyandang nilai yang besar. Akan ada banyak sekali ketakutan-ketakutan yang muncul.
Hey kawan, tidak ada salahnya untuk berusaha sendiri. Tidak ada salahnya untuk memiliki nilai standar tapi dengan kemampuan sendiri. Percayalah, kebanggan akan diri kalian akan berlipat ganda jika kalian mendapatkan nilai tersebut dengan usaha kalian sendiri. Suatu saat kalian akan sangat bangga dan menceritakannya pada anak cucu kalian nantinya. Apakah kalian tidak akan malu jika bercerita pada anak kalian nantinya bahwa IP besar yang kalian dapatkan hasil dari berbuat curang? Atau akankah kalian juga akan mengajarkan mencontek pada anak-cucu kalian nantinya?
Pada postingan kali ini gw mau nulis tentang perjalanan
lumayan jauh dari Bandung ke Palembang tepatnya ke Bukit Asam. Ekskursi ini
berlangsung pada 4-9 Januari 2016. Dari bandung nyampe ke tempat itu makan
waktu 24 jam dari jam 7 malem ampe jam 7 malem lagi, mantepkan tuh. Dan hal
yang paling berkesan selama perjalanan adalah kami seangkatan rata-rata engga
mandi yak arena tidak ada tempat yang cukup layak untuk mandi, mulai dari
airnya yang kotor ampe yang emang mager buat mandi, mumpung AC busnya udah kaya
suhu antartika ngapain mandi, haha. Dan hal yang paling gw inget adalah makanan
selama perjalanan tepatnya 8 kali makan akan selalu di isi dengan makanan
padang. Jadi bisa ditebak seberapa bosennya kami makan makanan dengan menu yang
monoton seperti itu pemirsa. Dan waktu istirahat lama buat shalat jumat dan
deket masjidnya ada yang jualan baso, maka temen-temen gw pada nyerbu tuh
dagang baso kaya ibu-ibu kalap liat diskonan.
Anyway gabanyak yang bisa gw ceritain gara-gara sepanjang
perjalanan hanya diisi dengan tidur pulas , sepulas-pulasnya kuli bangunan yang
baru dapet istirahat setelah lembur. Ada juga temen-temen gw yang bego dengan
minum antimo supaya mereka bisa tidur pulas selama di bis.
Jadi kami berangkatnya tanggal 4 jam 7 malem dan nyampe
tanggal 5 jam 7 malem. Nyampe di sana langsung diberi sambutan hangat oleh
bapak-bapak yang megang peran penting di perusahaan itu. Sambutannya bentar
banget, mungkin si bapak kasian sama kami yang tampangnya udah kucel perlu
perhatian lebih. Setelah sambutan akhirnya kami di bagi jadi beberapa mess buat
tidurnya. Karena cewe angkatan gw ada 28 kami di bagi jadi 2 mess gw masuk mess
1 karena mess 1 buat yang nim-nya awal. Mess 1 adalah mess c12 dan mess 2
adalah mess c35. Sejenak gw berpikir, ini kenapa cewe-cewe jauh amat
dipisahinnya yak, kalau gw iseng mau ngerumpi gimana? Kalo mau minta minyak
kayu putih gmana? Kalo mau minta pembalut gimana? Pop mie? Kasih sayang? O maigat
. akhirnya dengan lesu gw pergi ke mess gw bareng 13 cewe-cewe nim awal
lainnya. Seperti yang sudah bisa gw bayangin, cewe-cewe yang manis nan lucu
inipun berubah jadi sangar tatkala melihat kesempatan emas untuk mandi. Sialnya
kamar mandi disini hanya the one and only. Dan terjadilah teriakan tarsan
membahana dengan lomba tinggi-tinggian oktaf neriakin “GW DULUAN MANDI” ada jua
yang lebih beringas neriakin “GW DULUAN ANJIR!” tapi apalah daya teriakan
mereka yang kalah dengan kalimat “Yang mau mandi bareng didahulukan”. Akhirnya gw
ngambil anduk dan peralatan mandi lalu masuk kamar mandi dengan muka pemenang.
Setelah selesai mandi yang lumayan lama (lama nyetel air
anget biar pas, maklum jarang make shower) gw makan (untung bukan padang lagi).
Temen-temen yang lain pada nonton sinetron, apalah daya ibu-ibu. Karena bosen
akhirnya gw inisiatif buat jalan-jalan keluar mess . mess depan ada tamu lain
karena ada mobilnya, mess sebelah kosong. Mess depan agak kiri adalah cowo-cowo
dengan nim awal yang lagi maen kartu di beranda mess. Setelah gw perhatikan dua
mess sebelah mess gw, gw merasa di bodohi oleh takdir. Dua mess sebelah mess gw
adalah mess c35 yang tak lain dan tak bukan adalah mess 2 cewe-cewe. Dan gw
hanya bisa ketawa garing, hahaha. Akhirnya gw pun masuk ke mess itu. Kesan yang gw dapet
adalah : BERISIK DAN BERANTAKAN. Maklum ibu-ibu yang bermukim di mess 2 adalah
manusia-manusia sosialita yang selalu peka akan perubahan jaman sampe perubahan
arah pensil alis seorang wanita (gadeng). Dan pada mess itu gw melihat si kecil
mungil Jihan yang duduk menyudut, menjauh dari pergerakan jaman. Jihan yang
pendiem tentunya sangat kontras berada di mess ini. Gw yang kasihan pada Jihan
akhirnya mendekati Jihan dan mengelus kepalanya yang dibalut jilbab panjang
sambil tersenyum penuh arti memberi rasa simpati pada Jihan, dan Jihan membalas
gw dengan tatapan jijik, okey. Malam berakhir setelah gossip panjang antar ibu-ibu
yang heboh setelah tau ternyata mess nya sebelahan dan kehebohan ini dipicu
oleh saya tentunya.
Hari-hari di PT BA berlalu dengan sangat menyenangkan tapi
gabisa gw jabarin karena jujur saja gw ga paham sama materinya. Da aku mah apa
atuh kesana Cuma buat selfi doang. Becanda, untuk materi dan udah di buat di
laporan , ngapain di tulis di sini lagi -_-. Dan perjalanan pulang sama saja, cuma tidur
dan bangun tiba-tiba udah nyampe Bandung, haha.
duren sebox mobil. Bapaknya bilang, jangan bilang suka duren kalo belum liat seberapa banyak duren di mobil ini. makan durennya ampe puyeng, muka merah, kepala pusing, wkwk.
jadi nanti gerbongnya bakal di jepit abis itu di puter 360 derajat biar batubaranya tumpah ke bawah. nah di bawah ada belt conveyor buat transportasiin batubaranya ketempat lain. gerbongnya khusus makanya bisa diputer 360 derajat. sumpah ini kece banget ngeliatnya.
This is Stacker Reclaimer. Soo biggg
ibu-ibu arisan nan kece badai kesayangan saya :*
pelabuhan tarahan
12114004
Ekskursi PT Bukit Asam, Muara Enim, Palembang oleh Mahasiswa Teknik Pertambangan ITB 2014
Tuesday, January 12, 2016
Posted by iswaramba
Rutinitasku berjalan seperti biasa, keluar dari rumah kost, berjalan sebentar ke jalan Ir H Juanda, naik angkot kelapa-dago, turun di depan rumah sakit borromeus, membayar sebanyak 2000 rupiah dan berjalan lagi menuju jalan Ganeca dengan Jahim Merah kebanggan. Aku sudah lupa sejak kapan, kebiasaan itu berlangsung, setiap kulewati lapaknya Ibu itu selalu tersenyum padaku. Ibu penjual jus dekat kampus yang lapaknya cukup jarang disambangi oleh mahasiswa karena letaknya yang agak jauh dari pintu-pintu masuk kampus. Senyumnya sangat ramah dan meneduhkan, padahal tak cukup sering aku berbelanja di lapak Ibu itu namun begitu banyak rasanya yang ia beri.
Pernah sekali waktu aku berada ada angkot yang sama dengan Ibu itu. Ibu itu langsung mengenaliku dan menyalamiku dengan sangat gembira sembari mengajak berbasa-basi. Itu masih pagi, ia baru saja selesai membeli buah untuk lapaknya. Selain dari jus, penghasilan ibu itu juga dari buku bekas yang ia jual, buku itu ia tata di atas meja dan juga di bagasi mobil cary yang ia buka dengan lebar. Namun lagi-lagi tak pernah sekalipun kulihat ada yang membeli buku-buku itu.
Yang aku tahu ibu ini memiliki seorang anak gadis yang masih SMA. Berdasarkan cerita Ibu ini, anaknya masih kelas 2 SMA. Sering aku melihat anak ini berjualan bersama Ibunya, terkadang sampai malam menyambut masih kulihat mereka menunggui lapak dengan dibalutkan jaket tebal. Kadang kala malam aku juga membeli jus karena jus wortel ibu ini benar-benar masuk seleraku, percakapan ia dengan anaknya sangat hangat, sangat akrab, terkadang ini menjadi obat tersendiri untukku yang jauh dari rumah dan rindu akan percakapan dengan mama.
Minggu UTS mulai menyerang, sore hari aku berjalan menuju kampus untuk ujian. Masih dengan rutinitas yang sama, saat kulewati lapak Ibu itu, Ibu itu tidak ada, yang ada hanyalah anaknya. Ia duduk dibangku taman yang terbuat dari besi sambil menunduk membaca buku pelajaran. Kulihat sampul bukunya itu adalah buku kimia. Aku sempat terhenyak. Sempat kubandingkan diriku sendiri dengan anak ibu itu. Kenapa? karena sering aku merasa malas untuk belajar, apalagi menjelang ujian, sering aku merasa ingin bolos kuliah karena jenuh dan penat. Namun setelah kulihat anak itu yang setiap hari menunggui lapak jus dari pagi hingga malam dan ia harus "mencuri" waktu belajar di sela-sela itu aku merasa malu. Terkadang waktu banyak yang kumiliki tidak kugunakan dengan baik tapi hanya kusia-siakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Semoga dengan kejadian ini aku bisa berbenah dan menjadi lebih baik.
Pernah sekali waktu aku berada ada angkot yang sama dengan Ibu itu. Ibu itu langsung mengenaliku dan menyalamiku dengan sangat gembira sembari mengajak berbasa-basi. Itu masih pagi, ia baru saja selesai membeli buah untuk lapaknya. Selain dari jus, penghasilan ibu itu juga dari buku bekas yang ia jual, buku itu ia tata di atas meja dan juga di bagasi mobil cary yang ia buka dengan lebar. Namun lagi-lagi tak pernah sekalipun kulihat ada yang membeli buku-buku itu.
Yang aku tahu ibu ini memiliki seorang anak gadis yang masih SMA. Berdasarkan cerita Ibu ini, anaknya masih kelas 2 SMA. Sering aku melihat anak ini berjualan bersama Ibunya, terkadang sampai malam menyambut masih kulihat mereka menunggui lapak dengan dibalutkan jaket tebal. Kadang kala malam aku juga membeli jus karena jus wortel ibu ini benar-benar masuk seleraku, percakapan ia dengan anaknya sangat hangat, sangat akrab, terkadang ini menjadi obat tersendiri untukku yang jauh dari rumah dan rindu akan percakapan dengan mama.
Minggu UTS mulai menyerang, sore hari aku berjalan menuju kampus untuk ujian. Masih dengan rutinitas yang sama, saat kulewati lapak Ibu itu, Ibu itu tidak ada, yang ada hanyalah anaknya. Ia duduk dibangku taman yang terbuat dari besi sambil menunduk membaca buku pelajaran. Kulihat sampul bukunya itu adalah buku kimia. Aku sempat terhenyak. Sempat kubandingkan diriku sendiri dengan anak ibu itu. Kenapa? karena sering aku merasa malas untuk belajar, apalagi menjelang ujian, sering aku merasa ingin bolos kuliah karena jenuh dan penat. Namun setelah kulihat anak itu yang setiap hari menunggui lapak jus dari pagi hingga malam dan ia harus "mencuri" waktu belajar di sela-sela itu aku merasa malu. Terkadang waktu banyak yang kumiliki tidak kugunakan dengan baik tapi hanya kusia-siakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Semoga dengan kejadian ini aku bisa berbenah dan menjadi lebih baik.
Hai , haha. Aku baru saja membeli sebuah 3DS XL beberapa
hari yang lalu. Tentunya aku juga membeli gamenya. Ada beberapa pilihan yang
tersedia tapi aku lebih memilih untuk membeli Story of Season yang baru rilis
jadi masih sedikit tips dan trick yang ada untuk game ini, hahay. Untuk kamu
anak-anak yang tinggal di Bandung, saya merekomendasikan toko game di BEC baru
lantai 2 blok Z3, hargaya murah dan lumayan lengkap. Di toko ini SoS (story of
season) dijual seharga 480K dan sempat saya tanyai di toko lain ada yang menjual seharga 535K, so be carefull
guys.
SoS ini layaknya Harvest moon lain yang pola permainnannya
adalah untuk membangun kebun miliknya untuk memajukan desa tersebut. pada game
ini kamu diceritakan adalah salah satu pelamar untuk dapat memiliki kesampatan
menjadi salah satu petani di desa tersebut, dan kamulah yang terpilih. Pada
awal permainan kamu akan di ajarkan oleh Nenek Eda dalam melakukan berbagai
pekerjaan, setiap hari pula kamu akan mendapatkan uang sebesar 500G, latihan
ini berlangsung selama 7 hari. Ingat saat hari senggang untuk mgumpulkan
barang2 yang kamu temui di jalan. Kamu juga dapat berenang di sungai yang mana
cara itu akan di ajarkan oleh Fritz di hari kedua. Oh ya sebelum lupa saya
membuat karakter saya disini adalah perempuan J.
Terdapat tiga sungai yang dapat menjadi lokasi menyelam yaitu sungai di rumah
Nenek Eda, sungai yang dilewati di hari pertama dengan jembatan beton di
atasnya dan sungai di belakang grains field (tempat menanam padi atau gandum).
Di masing2 sungai kamu dapat mengumpulkan 6 item. Pada sungai dengan jembatan
di atasnya kamu dapat menyelam untuk mencapai sisi lainnya.
Pada game ini saya rasa semua barang yang ada berguna dan
dapat dijual. Pada masa-masa awal saya sarankan untuk mengabil semua barang yang
ada termasuk belalang, bunga, kupu-kupu atau kodok untuk dijual. namun ada
beberapa barang yang harus tetap disimpan karena bermanfaat dikemudian hari.
barang-barang tersebut adalah:
Iron= untuk membuat pitchwork. Pitchwork ini berfungsi untuk
membersihkan kompos yang diproduksi hewan peliharaan baik yang tinggal di barn
atau di chicken coop.
Brick = digunakan sebagai material membangun seed maker juga
untuk upgrade rumah. Saya sarakan untuk membangun seed maker terlebih dahulu.
Karena pada musim fall akan ada cara lebih mudah mendapatkan brick.
Turnip seed= simpan 5 turnip seed untuk membangun seed
maker.
grass atau twig = untuk membuat fertilizer saat kamu sudah
build seed maker
Milk= simpan 5 milk untuk diberikan pada Elice agar kamu
mendapatkan kuda.
Bee/ giant bee = saat kamu sudah rent tanah untuk mushroom
dan honey kamu akan membutuhkan bee untuk produksi madu.
Bottle = ada beberapa orang yang menyuruh menyimpan botol
tapi sampai sekarang saya belum tahu untuk apa.
Setelah diberi kebun maka Gunther si tukang kayu akan dating
dan menuruhmu mengumpulkan 15 small lumber dan 15 small stone untuk membangun
rumahmu agar lebih bagus. Saat kamu sudah mengumpulkannya dating padanya saat
tokonya buka maka ia akan membuatkanmu rumah dan menghadiahimu barn. Tak lama
Nenek Eda akan datang dan memberikanmu sapi Hanako (sapi yang sudah kamu rawat
saat training).
Karena karakter yang saya pilih adalah perempuan maka
otomatis saya akan mendekati Bachelors yang ada di game ini, haha. Saya sempat
mendekati dua orang yaitu:
Raeger si koki : ia menyukai masakan, jadi jika ingin
mendekatinya cepat2 lah membangun kitchen dan membuat makanan simple sperti
salad dan ia akan sangat menyukainya. Sering juga membeli makanan pada
restorannya untuk mendapatkan resep. Ada juga event yaitu mencicipi makanannya
maka pilihlah jawaban “kurang lemon” maka ia akan bahagia. Saat saya menjawab
seperti itu keesokan harinya bunga di kotak dialog Raeger berubah warna, yay.
Ia tidak suka bunga.
Fritz si petani optimis : ia sangat menyukai ikan atau
kerang yang didapat dari menyelam. Jadi ia adalah orang yang mudah di dekati.
Maka dari itu saya memilihnya. Haha . hanya dua saja yang saya tahu
kegemarannya , jadi kalau ada perkembangan akan saya update lagi.
Warna bunga pada kotak dialog relative mudah untuk berubah
asal rajin untuk memberikan incaranmu hadiah yang mereka sukai. Saya sediri
saat mendekati Fritz warna bunga pada kotak dialognya telah beubah tiga kali
sampai akhir fall yatu dari putih – ungu – biru muda – hijau- kuning-merah. Entah masih
bisa berubah lagi atau tidak. Dan pada saat saya berulang tahun (21 fall) Fritz memberikan
cincin seharga 9200 G wow.
Shipping
Pada SoS tidak setiap hari kita bisa menjual barang. Para
trader datang pada hari-hari tertentu saja, jadi setiap hari check kalendermu.
Kamu juga harus rajin mengecek shipping rekommenden agar profit yang didapat
lebih banyak dan ship request untuk memenuhi request masing2 trader dan
mendapatkan hadiah
Pada akhir fall kamu juga akan mendapatkan shopmu sendiri .
jadi kamu bisa berjualan disana.
Sekian dulu dari saya, jika ada hal2 penting akan saya
update lagi karena saya baru bermain SoS sekitar 5 hari dan telah mencapai
winter hahay. Untuk spoiler akan ada hal menyedihkan yang kita alami di awal
winter.
Bye, keep gaming XD
Yap, dan seperti minggu sebelumnya dan sebelumnya, aku selalu engga ikut seminar sesi pagi karena harus ikut seminar PKM yang waktunya mepet dengan kaderisasi Persma. Mohon maaf sebesar-besarnya. Gomen :3
Untuk pemateri sesi pagi kakak Persma sudah mengundang salah satu wartawan yang cukup kompeten dalam bidang jurnalistik. Nah wartawan ini berasal dari Majalah Gatra yang mana cukup terkenal di kota Bandung bahkan Pulau Jawa. Sementara aku yang notabene dari Pulau Bali juga merasa bangga telah diberi materi dari seseorang yang berasal dari majalah ternama, meskipun aku belum pernah baca majalah Gatra secara langsung.
Nah, di materi ini kita di ajarkan untuk menjadi jurnalistik yang baik dengan berbagai cara yang telah disampaikan oleh bapak narasumber. Seminar berlangsung sangat seru karena topik yang di bahas sangat menarik dan berguna bagi kami, khususnya aku, mahasiswa yang masih lumayan awam dengan dunia jurnalistik.
Sesi siang diisi dengan narasumber yang berasal dari Pers Universitas Islam Bandung. Kakak-kakak ini diundang karena pers mareka memiliki sub lain yang tidak terdapat di Persma ITB yaitu bidang inverstigasi. Wow pertama denger ada rubrik seperti itu yang tergambar di benakku adalah kakak-kakak yang berpakaian detektif dan membawa kaca pembesar, --". Tapi mereka yang datang berpakain casual seperti mahasiswa wajar (pupus harapan). Dan dalam seminar siang ini kakak-kakak tersebut bercerita bagaimana mereka menjalankan inverstigasi tersebut yang menurut saya merupakan hal yang cukup seru dan lumayan merepotkan, serta harus berkontribusi tinggi dan tahan mental. Namun dengan adanya hal ini saya dapat merasakan seberapa besar komitmen mereka dalam menjalani unit yang telah mereka tekuni, hal ini yang kembali membakar semangat saya untuk terus menjalankan hari-hari di Persma ITB. \m/
Acara pengkaderan kedua ini dilaksanakan minggu berikutnya di tempat dan pada waktu yang sama. Pertama-tama untuk mengisi waktu karena pembicara yang di datangkan belum sampai di tempat, kakak persma mengadakan sesi diskusi tentang permasalahan-permasalahan yang sedang hangat-hangatnya terjadi di Indosesia seperti: kenaikan bbm, penghapusan pilkada, car free day di Bandung dan lain sebagainya. Diskusi berlangsung sangat seru karena terdapat banyak respons positif dari perserta, diskusi ini tidak terlihat seperti diskusi formal karena segalanya berlangsung secara natural dan seperti percakapan antara kawan (tentunya dengan sopan santun yang tepat).
Setelah ketiga penbicara telah datang maka acara seminarpun dimulai.
Tiga pembicara yang datang adalah:
1. Aulia Maharani selaku ketua MWA-WM ITB (Majelis Wali Amanat-Wakil Mahasiswa Institut Teknologi Bandung)
2. Ikno Dewantoro selaku Sekjen KM ITB
3. Fahmi Maulana selaku PJS Ketua Kongres KM ITB
Setelah ketiga penbicara telah datang maka acara seminarpun dimulai.
Tiga pembicara yang datang adalah:
1. Aulia Maharani selaku ketua MWA-WM ITB (Majelis Wali Amanat-Wakil Mahasiswa Institut Teknologi Bandung)
2. Ikno Dewantoro selaku Sekjen KM ITB
3. Fahmi Maulana selaku PJS Ketua Kongres KM ITB
Aulia Maharani selaku ketua MWA-WM ITB pertama-tama menceritakan bahwa sejak awal menjadi mahasiswa ITB tidak pernah memiliki pemikiran untuk dapat menjadi petinggi di salah satu organisasi yang mewadahi aspirasi mahasiswa. Singkat cerita, Aulia Maharani yang akrab dipanggil Ausi ini terpilih menjadi ketua MWA-WM ITB. Berikut adalah materi yang disampaikan pada hari kedua kaderisasi Cakra Persma ITB. secara garis besar inilah diagram yang beliau sampaikan dalam seminar.
Ikno Dewantoro selaku Sekjen KM ITBpertama-tama menyampaikan nama dari kabinet mahasiswa ITB, yaitu Kabinet SERU yang memiliki makna Selaras Pergerakan Satu Indonesia. Nama KM-ITB sebenarnya memiliki sejarah yang cukup panjang dan sejak awal tidak bernama KM-ITB, untuk lebih jelasnya mari lihat diagram di bawah:
KM-ITB adalah sebuah organisasi mahasiswa yang menaungi 31 HMJ (12 Fakultas) serta unit kegiatan mahasiswa sebanyak 86 unit yang berasal dari berbagai macam rumpun.
KM-ITB memiliki sebuah mimpi besar yaitu sebagai pemimpin dalam menjaga keutuhan Indonesia.
Mimpi tersebut ingin mereka capai dengan cara :
1. optimalisasi fungsi
2. mengembangkan rasa cinta tanah air
3. patriot pergerakan
Fahmi Maulana selaku PJS Ketua Kongres KM ITB
Yang saya tangkap dari pembicara ini adalah bahwa kongres adalah kusir kuda yang mengendalikan laju kuda, para mahasiswa adalah para penumpang yang menginformasikan kemana mereka akan pergi serta MWA-WM dan KM-ITB merupakan kuda yang menentukan jalan yang mereka akan tempuh.
16414320
Putu Sandra Iswaramba
Persma ITB (Pers Mahasiswa Institut Teknologi Bandung) merupakan suatu unit di ITB yang bergerak di bidang media. Persma, seperti namanya merupakan suatu wadah bagi mahasiswa ITB yang ingin menyalurkan bakatnya dalam bidang media khususnya di bidang jurnalistik. Persma ITB setiap tahunnya menerima mahasiswa-mahasiswa baru yang ingin bergabung. Sebelum menjadi Kerabat Persma, tentunya ada masa kaderisasi yang harus dilalui sebelumnya.
First Day
Hari pertama kaderisasi Persma ITB diadakan pada hari Minggu tanggal 7 September 2014 bertempat di 9021 oktagon. Acara ini dimulai pada pukul 9.30 dengan menggunakan dress code putih lengkap dengan name tag kecil yang telah di buat sebelumnya.
Acara pagi diisi dengan materi tentang sejarah berdirinya persma dan arti-arti dari logo persma itu sendiri. Gajah menandakan identitas sebagai bagian ITB dan bulu angsa sebagai lambang dari pers. Acara kemudian dilanjutkan dengan istirahat siang.
Nb: ketika acara siang aku sedang ada acara lain jadinya ga bisa ngejelasin dengan detail apa yang sedang terjadi :’(
Setelah makan siang aku baru menyusup ke dalam ruangan itu dengan tampang polos dan tanpa dosa masuk dan duduk kalem. Setelah sebagian besar peserta kaderisasi ini datang, kemudian materi selanjutnya adalah pengenalan mengenai semua divisi yang ada di persma. Divisi-divisi tersebut adalah:
1. Divisi redaksi: namanya aja pers ya pastilah ada kegiatan jurnalistik seperti wawancara, nulis berita yang umumnya dilakukan oleh divisi ini.
2. Divisi artistic : divisi yang mengerjakan ilustrasi serta tata letak dalam tulisan.
3. Divisi eksternal : divisi yang membangun ikatan lain dengan berbagai himpunan dalam kampus ITB maupun menjalin himpunan pula dengan pers mahasiswa dari berbagai universitas agar mengetahui kelebihan mereka yang bisa menjadi referensi untuk persma. (untuk saat ini unit pers dari universitas lain baru berkisaran daerah Bandung dan Jakarta).
4. Divisi perusahaan : divisi ini bisa dikatakan sebagai penentu iya tidaknya ganeca post terbit. Karena di divisi ini bertugas untuk mencari dana atau pembiayaan percetakan ganeca post, di divisi ini juga memiliki tugas untuk mencari sponsor dan produk yang ingin membeli kolom iklan pada ganeca post.
5. Divisi litbang : bertugas untuk mengerjakan survey-survey mengenai sebuah topic permasalahan.
Secara garis besar sih ini aja kegiatan di hari pertama kaderisasi calon kerabat Persma ITB, will enjoy it much :3.
TPB (Tahap Persiapan Bersama) atau yang sering diplesetkan sebagai Tahap Paling Bahagia (--") mahasiswa ITB merupakan salah satu tahap penting untuk memulai segala rentetan penggalian ilmu mahasiswa ITB. Saya sendiri lebih suka menyebut TPB dengan "Penjurusan" yang mana setelah setahun pertama seusai TPB para MABA baru berhak untuk mengarungi jurusan yang dipilihnya. Salah seorang pembicara dalam Matrikulasi juga pernah berujar bahwa TPB adalah titik aman pertama dalam dunia perkuliahan ITB.
Skema kelulusan TPB adalah sebagai berikut:
IP lebih atau sama dengan 2 = lulus TPB
IP di bawah 2 namun di atas 1 = mengulang TPB setahun kedepan
IP di bawah 1 = lulus via rektorat (DO)
serem juga kan kalo tahun2 awal udah harus ngerasain panesnya kursi di rektorat? Maka dari itu tuh TPB harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. nah dalam TPB ini intinya adalah mengulang pelajaran yang pernah di dapat sewaktu SMA dulu, namun ya menyesuaikan dengan level perkuliahan. Untuk rumpun IPA yang menjadi major pembelajaran adalah MAFIKI (Matematika, Fisika, Kimia) dan ada beberapa buku text yang sering di gunakan dalam TPB ini.
Matematika (kalkulus) yang dikarang oleh Purcel edisi terbaru yaitu edisi 9 jilid 1 dan 2
Fisika yang dikarang oleh Halliday jilid 1, 2 dan 3

Kimia yang dikarang oleh Brady dan juga R Chang jilid 1 dan 2

Yep itulah penampakan buku-bukunya. Dan untuk harganya akan saya list di bawah:
Agen Pakdumaru (Khusus Bidik Misi)
Purcell jilid 1 : 187k
Purcell jilid 2 : 168k
Halliday jilid 1 : 175k
Halliday jilid 2 : 215k
Halliday jilid 3 : 150k
Brady : 435k
R. Chang 1 : 225k
R . Chang 2 : 190k
Harga di Pasar Senen:
Purcell jilid 1 : ori 147k kw 100k
Purcell jilid 2 : ori 133k kw 100k
Halliday jilid 1 : ori 146k kw 146k
Halliday jilid 2 : ori 173k kw 173k
Halliday jilid 3 :-
Brady :-
R. Chang 1 :-
R . Chang 2 :-
Harga di Pasar Palasari:
Purcell jilid 1 : ori 150k kw 100k
Purcell jilid 2 : ori 140k kw 100k
Halliday jilid 1 : ori 150k kw 100k
Halliday jilid 2 : ori 180k kw -k
Halliday jilid 3 :-
Brady jilid 1 : ori 165k kw 100k
Brady jilid 2 : ori 165k kw 100 k
*dihimpun dari berbagai sumber
Widih, serem-serem amat tuh harganya :'( mesti nabung berapa bulan tuh yak? ckck
Tapi jangan khawatir dan cemas, perpustakaan ITB yang lima lantai itu engga kekurangan buku deh pokoknya. Bukunya tersusun rapi di rak2 yang nempel sama tembok yang ada di lantai dua perpustakaan. Inget ya buku TPB itu di lantai 2.
Sekian deh dari saya info yang saya tau tentang buku-buku buat TPB ITB 2014. Cayyoo...
Putu Sandra Iswaramba
FTTM'14
Skema kelulusan TPB adalah sebagai berikut:
IP lebih atau sama dengan 2 = lulus TPB
IP di bawah 2 namun di atas 1 = mengulang TPB setahun kedepan
IP di bawah 1 = lulus via rektorat (DO)
serem juga kan kalo tahun2 awal udah harus ngerasain panesnya kursi di rektorat? Maka dari itu tuh TPB harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. nah dalam TPB ini intinya adalah mengulang pelajaran yang pernah di dapat sewaktu SMA dulu, namun ya menyesuaikan dengan level perkuliahan. Untuk rumpun IPA yang menjadi major pembelajaran adalah MAFIKI (Matematika, Fisika, Kimia) dan ada beberapa buku text yang sering di gunakan dalam TPB ini.
Matematika (kalkulus) yang dikarang oleh Purcel edisi terbaru yaitu edisi 9 jilid 1 dan 2
Fisika yang dikarang oleh Halliday jilid 1, 2 dan 3
Kimia yang dikarang oleh Brady dan juga R Chang jilid 1 dan 2
Yep itulah penampakan buku-bukunya. Dan untuk harganya akan saya list di bawah:
Agen Pakdumaru (Khusus Bidik Misi)
Purcell jilid 1 : 187k
Purcell jilid 2 : 168k
Halliday jilid 1 : 175k
Halliday jilid 2 : 215k
Halliday jilid 3 : 150k
Brady : 435k
R. Chang 1 : 225k
R . Chang 2 : 190k
Harga di Pasar Senen:
Purcell jilid 1 : ori 147k kw 100k
Purcell jilid 2 : ori 133k kw 100k
Halliday jilid 1 : ori 146k kw 146k
Halliday jilid 2 : ori 173k kw 173k
Halliday jilid 3 :-
Brady :-
R. Chang 1 :-
R . Chang 2 :-
Harga di Pasar Palasari:
Purcell jilid 1 : ori 150k kw 100k
Purcell jilid 2 : ori 140k kw 100k
Halliday jilid 1 : ori 150k kw 100k
Halliday jilid 2 : ori 180k kw -k
Halliday jilid 3 :-
Brady jilid 1 : ori 165k kw 100k
Brady jilid 2 : ori 165k kw 100 k
*dihimpun dari berbagai sumber
Widih, serem-serem amat tuh harganya :'( mesti nabung berapa bulan tuh yak? ckck
Tapi jangan khawatir dan cemas, perpustakaan ITB yang lima lantai itu engga kekurangan buku deh pokoknya. Bukunya tersusun rapi di rak2 yang nempel sama tembok yang ada di lantai dua perpustakaan. Inget ya buku TPB itu di lantai 2.
Sekian deh dari saya info yang saya tau tentang buku-buku buat TPB ITB 2014. Cayyoo...
Putu Sandra Iswaramba
FTTM'14











